Cuma Cetak Dua Gol, Inggris Jadi Pemuncak Grup Paling Minim Lulus Sepanjang Sejarah

Rabu, 23 Juni 2021 04: 53 WIB

Euro Competition. com – Harry Kane, Dominic Calvert-Lewin, Raheem Sterling, Jadon Sancho, Marcus Rashford, Jack Grealish, Phil Foden, Mason Mount, dan lainnya, Inggris harusnya menjadi salah satu tim dengan kekuatan serangan terdahsyat di Euro 2020 ini.

Sayang performa pukulan mereka masih belum terlihat meyakinkan sejauh itu, secara hanya dua gol yang dicetak oleh skuad asuhan Gareth Southgate saat Inggris akhirnya berhasil lolos dari Perserikatan D sebagai pemuncak klasemen.

Di laga pertama, Inggris cuma lulus menang 1-0 atas Kroasia berkat lulus tunggal Raheem Sterling, sebelum itu kemudian seharga mencatatkan satu tembakan tepat sasaran selama 90 menit dalam langgar imbang tanpa nilai kontra Skotlandia.

Kini dalam pertarungan terakhir Persekutuan D,   The Three Lions  pun belaka mencetak mulia beres kemenangan, lagi-lagi via Raheem Sterling, meski utama poin itu cukup untuk mengalahkan Republik Ceko & lulus ke babak 16 besar Euro 2020 tersebut.

Baca Juga:

Dengan hasil berikut, Inggris sekarang telah memuncaki grup tersebut pada Kejuaraan Eropa buat ketiga kalinya, sebelumnya merepresentasikan juga jadi melakukannya pada tahun 1996 serta 2012.

Dalam Euro 1996, Inggris memuncaki perserikatan dengan bermaterikan Belanda, Skotlandia, memakai Swiss, tapi langkah merencanakan terhenti dekat semifinal daripada Belanda yang London. Sementara di edisi 2012,   The Three Lions  mengungguli Prancis, Ukraina, beserta Swedia, akan tetapi meronce melalui cepat tereliminasi tatkala perempat final usai kalah lantaran Italia.

Selain tersebut, beserta sekadar besar terwujud nan dicetak ketika sepanjang bengkak penyisihan persekutuan, Inggris saat ini menjelma awak bersama jumlah jadi terendah dibanding kru manapun nun pernah memuncaki klasemen sanding sejauh sejarah Euro.

Sejauh keikutsertaan hadapan Euro, Inggris belum sudah sekalipun mencapai tegas, alih-alih jadi juara. Pencapaian terbaik mereka hanyalah sampai level semifinal. Oleh sebab itu seperti kata Gareth Southgate, secara terpenting adalah bagaimana itu bisa menghindari kekalahan guna upaya tersebut mewujudkan ‘football coming home’ yg selalu merepresentasikan dengungkan.

Internasional