Dahsyatnya Prancis, Selalu Juara Grup di Empat Turnamen Besar dalam Era Didier Deschamps

Euro Competition. com – Pantas saja Prancis dijadikan sebagai favorit pertama pada Kejuaraan Eropa musim panas ini, karena prestasi mereka belakangan itu bersama Didier Deschamps memang tiada tanding.

Terbaru Prancis berhasil finish dekat grup maut Perserikatan F usai bermain imbang 2-2 melawan Portugal dalam laga terakhir babak penyisihan perserikatan yang Puskás Aréna pada Kamis (24/6) dini hari WIB.

Dengan menjuarai persekutuan F, Prancis sekarang selalu finish perdana tatkala grupnya pada 4 turnamen besar ketika bawah asuhan Didier Deschamps, setelah gagal melakukannya sanding 3 kompetisi sebelumnya. Les Bleus adalah satu-satunya yang menempati posisi prima hadapan agregasi itu level semua invitasi gembung (Piala Dunia & Piala Eropa) sejak tahun 2014.

Dalam tiga kesempatan sebelumnya, Prancis dua kali beruntun menembus final yakni tegas Euro 2016 sebelum dikalahkan Portugal dan kemudian sudah Beker Negeri 2018 saat tersebut akhirnya merengkuh juara dunia kedua di sejarah merepresentasikan pasca mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2.

Baca Juga:

Sementara ke Trofi Tempat 2014, langkah merencanakan terhenti karib bengkak perempat finis sudah kalah tipis 0-1 dari Jerman lewat gol tunggal Mats Hummels, sesudah meronce memimpin Persekutuan E mereka dengan bermaterikan Swiss, Ekuador, & Honduras.

Di Euro 2016,   Pelajaran Bleus  juga memuncaki klasemen Agregasi A secara tujuh poin daripada 3 langgar, unggul atas Swiss, Albania, serta Rumania. Sedangkan mesra Tuna Bumi 2018, itu mengungguli Denmark, Peru, memakai Australia.

Dalam tiga turnamen luhur sebelumnya, Prancis secara bersambung bubar memenangi perkumpulan tersebut. Pada Euro 2008, merepresentasikan finish sebelah dasar klasemen, keok lantaran Belanda, Italia, beserta Rumania. Dekat Timpang Jagat 2010, Prancis selalu finish jadi juru kunci Perkumpulan A sekitar kolong Uruguay, Meksiko, ******* Afrika Selatan. Kemudian taraf Euro 2012, merencanakan membaik melalui lolos selaku runner up Blok D bersama-sama Inggris. Tapi jalan beserta cepat macet hampir bagian perempat tamat berhenti ditaklukan Spanyol 2-0.

Internasional