Di Tengah Pandemi Virus Corona, Jesus Corona Malah Minta Naik Gaji Empat Kali Lipat

Euro Competition.com – Umumnya banyak klub yang memiliki masalah finansial akibat pandemi virus corona yang membuat banyak pemain dipotong gajinya, tapi Jesus Corona malah bertekad minta naik gaji untuk bersedia memperbarui kontraknya.

Masa depan Jesus Corona di FC Porto tengah berada dalam tanda tanya besar saat dia tampaknya akan segera meninggalkan klub pada Januari 2022 atau musim panas mendatang lantaran tidak adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak untuk pembicaraan kontrak baru.

Menurut laporan  Todofichajes,  gelandang internasional Meksiko itu saat ini hanya memiliki gaji senilai Rp 27 Milyar per tahun dengan kontraknya akan berakhir pada musim panas 2022, dan dia meminta kenaikan gaji hampir empat kali lipat mencapai Rp 101 Milyar per tahun untuk bersedia memperbarui kontraknya.

Mengingat tingginya tuntutan gaji pemain berusia 28 tahun tersebut, FC Porto dikabarkan tidak bersedia memenuhinya dan jika memungkinkan, mereka akan terbuka pada penjualan di bursa transfer Januari 2022 nanti.

BACA JUGA:

Sebenarnya tuntutan gaji tinggi ini justru bisa menyulitkan masa depan Jesus Corona sendiri, tidak hanya soal masa depannya di klub Portugal, tapi juga bisa menghalangi kesempatannya untuk bergabung dengan klub elit Eropa, bahkan jika dia tersedia dengan bebas transfer nantinya.

Ini karena laporan menyebutkan bahwa Sevilla dan AC Milan pernah tertarik untuk mengontraknya selama musim panas lalu, tapi mereka kemudian mundur begitu tahu bahwa gelandang Meksiko itu menuntut bayaran tinggi mencapai Rp 101 Milyar per tahun.

Jadi Jesus Corona tampaknya harus menurunkan tuntutan gajinya jika dia ingin mendapatkan kontrak dari klub elit Eropa karena, kecuali klub-klub Inggris, bayaran Rp 101 Milyar akan terlalu berat bagi klub manapun di tengah masalah corona saat ini apalagi. Lagipula pemain 27 tahun itu juga tak punya nama besar untuk membuat klub top siap membayarnya dengan harga mahal.

Internasional