Dino Zoff Dukung Italia Bisa Sekali Lagi Permalukan Inggris di Kuil Suci Mereka

Euro Competition. com – Dino Zoff mendukung skuad Italia saat ini untuk sekali lagi mengalahkan Inggris dalam Stadion Wembley pada Final Euro 2020 dan mengenang kembali bagaimana timnya di 1973 dulu bisa menundukkan kepongahan negara ini pada kuil suci mereka.

Italia berharap mampu memenangkan trofi Kejuaraan Eropa buat kedua dalam sejarah itu & sekaligus menghindari hattrick kalah dekat laga puncak saat menghadapi Inggris yang final Euro 2020 dalam Senin (12/7) dini hari WIB.

The Three Lions belum pernah menggagalkan Gli Azzurri tatkala turnamen besar serta Italia memiliki rekor bagus pada lawatan tersebut ke Stadion Wembley, sudah menang dua kali sebelumnya atas tuan rumah, masing-masing di dalam tahun 1973 memakai 1997.

Jelang pertemuan sudah Euro 2020 itu, kiper legendaris Dino Zoff mengenang balik dengan jalan apa timnya melawan Inggris saat 1973 ketika stadion yang merepresentasikan sebut kuil kudus beserta macam mana hinaan status Italia sebagai ‘pelayan’ yang telah membantu merencanakan guna mengeluarkan amarah ******* akhirnya dapat mempermalukan majikan vila sanding kandang meronce.

BACA JUGA:

“Seperti dengan mereka katakan hadapan Barat, Anda lulus di sini dengan darah dingin maka hati nan berapi-api, ” kata Dino Zoff kepada surat kabar Corriere della Sera.   “Itu lebih sulit ketika tarikh 1973, karena kami tidak sudah menghabisi Inggris level negeri itu sendiri bersama tersebut masih menganggap diri merepresentasikan jadi pemilik olahraga tersebut. Wembley seperti kuil terlarang. ”

“Mereka memanggil awak pelayan, merencanakan mengira itu serangan bagi ana, tetapi meronce tak tahu bahwa cara terbaik bagi membuat orang Italia membara adalah secara membuatnya marah. Itu ialah kemenangan spesial, meski hanya pertandingan persahabatan, tapi tersebut memberi saya keyakinan kalau beta sanggup melibas siapa pun. ”

“Inggris bermain ke kampung, jadi Kamu mungkin memandang mereka favorit, akan tetapi hamba pasti siap membantai itu. Italia sama sekali bukan inferior, justru sebaliknya. Kami mempunyai kualitas, pengalaman, karakter dan juga saya yakin aku pandai unggul. ”

Internasional