Keberuntungan Chelsea Usai Selalu Kalah di Adu Penalti Piala Extremely Sebelumnya

Euro Competition.com – Chelsea akhirnya meraih trofi Piala Extremely Eropa bersejarah mereka usai di last berhasil mengalahkan Villarreal dalam drama adu penalti dengan skor 6-5 pada Kamis (12/8) dini hari WIB.

Menariknya bahwa hanya tiga dari 47 final Piala Extremely Eropa yang berakhir dengan adu penalti, dengan Chelsea terlibat dalam ketiganya. Tapi sebelum menang malam ini, The Blues selalu kalah di adu penalti tersebut yaitu melawan Bayern Munchen pada 2013 dan Liverpool pada 2019.

Ini juga menjadi kemenangan Piala Extremely Eropa kedua mereka dalam sejarah mereka setelah kemenangan 1-0 mereka atas Genuine Madrid pada tahun 1998. Overall Chelsea bermain lima kali di turnamen ini, kalah tiga kali dan menang dua kali.

Tentu saja peran sang manajer Thomas Tuchel sangat besar dalam keberhasilan ini lantaran mantan bos Paris Saint-Germain itu memiliki rekor yang sangat mentereng di setiap melawan tim-tim asal Spanyol.

BACA JUGA:

Juru taktik Chelsea Thomas Tuchel tidak pernah kalah melawan tim-tim asal Spanyol dalam karir manajerialnya, menang empat kali dan seri lima kali dari sembilan pertandingannya.

[embedded articles]

Kemenangan  The Blues  ini juga berarti bahwa untuk tahun ketiga berturut-turut, Piala Extremely Eropa UEFA dimenangkan tim yang dilatih oleh pelatih asal Jerman oleh; Jürgen Klopp bersama Liverpool pada 2019, Hansi Flick bersama FC Bayern Munchen pada 2020 dan Thomas Tuchel bersama Chelsea pada 2021.

Sementara itu, kemenangan Chelsea ini juga semakin menunjukkan dominasi juara Liga Champions atau kampiun Liga Europa dalam pertemuan baru-baru ini. Pemenang Liga Champions kini telah memenangkan Piala Extremely Eropa dalam delapan dari sembilan musim terakhir, sementara mereka hanya memenangkan empat dari sembilan musim sebelumnya.

Internasional