Persiapan Pramusim Hakimi Dengan PSG Terhadang Covid-19

Euro Competition. com – Ancang-ancang bintang baru Paris Saint-Germain, Achraf Hakimi agar bisa menyatu dengan klubnya itu sementara ini mengalami gangguan setelah sang pemain dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Berhasil diboyong Paris Saint-Germain dari Inter Milan secara biaya transfer Rp 1 Triliun beserta potensi tambahan bonus mencapai Rp 188 Miliar, ada harapan besar yang datang untuk Achraf Hakimi. Sang pemeran sendiri memang terlihat cukup antusias dan sudah bergabung dalam latihan pramusim sejak beberapa hari lalu serta sempat bermain pada laga persahabatan pertama mereka menghadapi Le Mans.

Sayangnya, persiapan daripada Hakimi bersama klubnya kini harus menikmati penundaan selama sekitar 10 hingga 14 keadaan karena si pelaku dilaporkan pasti terpapar Covid-19. Kabar mengenai kondisi lantaran anggota tim nasional Maroko tersebut diungkapkan  oleh media ternama Prancis, L’Equipe yang juga menambahkan bahwa eks tokoh Real Madrid tersebut bukan satu-satunnya punggawa PSG dengan tentu corona.

Hakimi dinyatakan terkena virus nan masih menjadi pandemi di banyak negara ini bersama-sama pemain muda dibanding PSG, Edouard Michut & keduanya saat ini telah berada pada isolasi mandiri. Secara situasi itu, dua-duanya sangat mungkin tidak akan mampu membela klubnya di kira-kira langgar silaturahmi, termasuk partai bertemu awak divisi tiga Prancis, Chambly nun berakhir 2-2 dalam tarikh Sabtu (17/07) itu.

BACA JUGA:

Tentunya absennya hakimi selema kira-kira satu sampai dua minggu pas memberikan provokasi bagi ancang-ancang sebab PSG tunggal secara sedang belum di status lengkap. Beruntungnya dasar situasi hal tersebut muncul saat tengah berkecukupan di dalam fase awal pramusim, jadi sang pemeran lagi memiliki waktu buat mempersiapkan dirinya lagi serta tidak langsung kudu berlaku di dalam kompetisi resmi untuk raksasa Prancis ini.

Hakimi seorang diri sungguh diprediksi akan menjelma salah satu andalan utama sejak penguasa Ligue satu mereka dalam sektor bek atau sayap kanan saat musim depan. Kecepatan beserta kemampuannya membantu serangan dinilai berpotensi membuat permainan bermula PSG dibawah asuhan Mauricio Pochettino jadi jauh lebih berbahaya baik ketiga berlaga pada sayembara lokal maupun Liga Champions yg kembali hendak sebagai target pokok itu.

Internasional