Spanyol Jadi Raja Penguasa Penguasaan Bola di Euro, Tapi Enggak Menang Buat Apa?

Euro Competition. com – Tujuan utama dari permainan sepak bola tentu saja untuk mencetak gol dan meraih kemenangan, jadi jika akhirnya hanya mendewakan banyak umpan & penguasaan bola tanpa kemajuan, buat apa?

Itulah yang terjadi dengan timnas Spanyol dalam Euro 2020 ini. Dibesut mantan bos Barcelona Luis Enrique, pastilah tidak mengherankan jika  La Roja  mengusung taktik sasaran pendek serta pendudukan sepak bola dalam pertunjukan mereka.

Bahkan menurut perhitungan  Opta,   Spanyol kini memiliki angka penyerobotan globe tertinggi daripada semua negara selama dua pertandingan Euro 2020 pertama itu (81 persen pencaplokan bola), tetapi 15 negeri telah memenangkan lebih banyak perlawanan daripada tersebut (0 kemenangan).

Memang pada besar laga perdana dekat fase grup E,   La Roja  sudah tampil dominan, menguasai 85, 1 obat jerih ball possession  yang langgar pembuka merepresentasikan melawan Swedia, sebelum melanjutkannya secara 76, 3 tip ball possession  kontra Polandia pada Minggu (20/6) WIB, patuh catatan  whoscored.

Baca Juga:

Akan tetapi barang apa guna bila Spanyol gagal memimpin satu pun lantaran kedua perlombaan tersebut. Mereka cuma bermain imbang minus lulus melayani Swedia pra dipaksa berbagi mulia poin anti Polandia saat nilai perintis Alvaro Morata dibalas oleh lesakan beres Robert Lewandowski.

Padahal taat perhitungan Stats Perform dari  Opta,   Spanyol merupakan favorit keempat buat memenangi turnamen musim panas itu melalui 10, 2 upah, seharga kalah dibanding trio perserikatan F Prancis (23, 3 persen), Jerman (12, dua persen), memakai Portugal (10, 6 persen).

Sementara itu, pada pertemuan menampung Polandia tersebut, barisan penyerang La Roja  dengan dipimpin Alvaro Morata beserta Dani Olmo berikut berhasil melancarkan 12 tembakan, lima tepat sasaran, sayang belaka utama berbuah poin. Itu sebenarnya bisa saja mengambil hasil usai mendapatkan penalti sesaat setelah Robert Lewandowski menyamakan skor, tapi eksekusi Gerard Moreno sekadar membentur bawah mistar gawang.

Internasional